Talang dan atap: pekerjaan kecil sebelum hujan pertama turun
Setengah jam di atap bisa menghemat satu musim.
Setiap tahun saya berjanji akan naik ke atap sebelum musim hujan, dan setiap tahun saya baru ingat ketika air sudah menetes ke lantai ruang tamu. Tahun ini saya mencoba lebih disiplin, dan ternyata pekerjaannya tidak sebanyak yang saya bayangkan.
Yang pertama adalah talang. Daun kering, sarang burung, dan plastik yang terbawa angin menumpuk di sana sepanjang kemarau. Saat hujan deras datang, talang yang tersumbat meluap ke arah dinding, dan dari situlah noda lembap di plafon bermula. Membersihkannya cukup dengan tangan, sarung tangan, dan ember.
Lihat sambungan, bukan hanya genteng
Kebocoran jarang datang dari genteng yang pecah. Lebih sering ia datang dari sambungan: pertemuan atap dengan dinding tetangga, sekitar pipa yang menembus atap, atau nok yang semennya sudah retak halus. Bawa senter, lihat dari bawah di siang hari. Titik cahaya yang masuk adalah titik air yang akan masuk juga.
Kalau ada bagian yang mencurigakan, tandai dengan kapur dan tutup sementara dengan bahan penutup yang tersedia di toko bangunan terdekat. Perbaikan permanen bisa menunggu, tapi penutup sementara harus dipasang sebelum hujan pertama, bukan sesudahnya.
Satu hal lagi yang saya pelajari: jangan naik sendirian, dan jangan naik saat genteng basah. Rumah yang kering tidak sepadan dengan pergelangan kaki yang patah. Minta seseorang memegang tangga, kerjakan di pagi hari, dan turun sebelum matahari terlalu tinggi.