Tentang Rumah & Kota
Rumah adalah urusan yang paling pribadi sekaligus paling publik. Orang memilih rumah dengan perasaan, membayarnya dengan angka, dan menjalaninya di tengah kota yang terus berubah tanpa pernah meminta izin. Rumah & Kota berdiri pada 2023 untuk menulis di persimpangan itu.
Tulisan pertama kami, oleh Endah Qomariah, lahir dari pengalaman yang mungkin akrab bagi banyak pembaca: membaca brosur perumahan yang indah, lalu membaca akad KPR yang tebal, dan menyadari bahwa tidak ada seorang pun yang menjelaskan jarak di antara keduanya. Dari sana Rumah & Kota tumbuh menjadi ruang untuk membaca KPR secara perlahan, menimbang sewa dan beli tanpa emosi, merencanakan renovasi yang tidak kebablasan, dan mengamati tata kota sebagai sesuatu yang menentukan hidup sehari-hari.
Kami bukan portal listing, dan kami tidak menjual rumah. Kami juga tidak percaya bahwa setiap orang harus memiliki rumah, atau bahwa menyewa adalah kegagalan. Yang kami percaya ialah bahwa keputusan tentang tempat tinggal layak mendapat pertimbangan yang tenang, dan bahwa pertimbangan itu harus bisa dibaca oleh orang yang bukan ahli.
Dinda masih sesekali menulis hingga 2025; sejak itu, halaman-halaman ini diisi oleh beberapa penulis tetap yang bergiliran. Nada yang kami jaga sejak awal tidak berubah: sabar, berjarak dari kehebohan pasar, dan tidak pernah malu mengatakan bahwa sesuatu memang rumit.
Redaksi
Surel redaksi: [email protected].