Edisi 13 Oktober 2026Tempat tinggal, tempat tumbuh.
← Rumah & KotaSewa

Sewa rumah berperabot atau kosong: menghitung yang tidak terlihat di iklan

Rumah berperabot terasa praktis bagi yang baru pindah kota. Rumah kosong terasa lebih murah. Perbedaan sebenarnya ada pada hal-hal yang jarang dihitung.

Sewa rumah berperabot atau kosong: menghitung yang tidak terlihat di iklan
Foto: U / Wikimedia Commons (Public domain)

Menjelang pergantian tahun, banyak orang berpindah kota karena pekerjaan baru dan harus memutuskan dengan cepat: mengambil rumah atau unit yang sudah lengkap dengan perabot, atau rumah kosong yang harus diisi sendiri. Pilihan ini terlihat sederhana, tetapi masing-masing membawa konsekuensi yang baru terasa beberapa bulan kemudian.

Rumah berperabot menghilangkan satu pekerjaan besar: membeli dan mengangkut kasur, lemari, meja, kulkas, dan mesin cuci. Bagi yang tidak tahu akan tinggal berapa lama di kota itu, ini sangat berharga, karena perabot yang dibeli sendiri akan menjadi beban saat pindah lagi. Harga sewanya biasanya lebih tinggi, dan selisih itu pada dasarnya adalah biaya menyewa perabot sekaligus biaya tidak perlu repot.

Baca juga: Atap bocor di rumah kontrakan: siapa yang memperbaiki, penyewa atau pemilik

Tanggung jawab yang ikut disewa

Yang sering terlewat adalah bahwa menyewa rumah berperabot berarti ikut bertanggung jawab atas barang-barang itu. Kulkas yang mati, mesin cuci yang bocor, atau kasur yang rusak akan menjadi bahan perdebatan di akhir masa sewa: aus karena usia, atau rusak karena pemakaian. Karena itu, daftar inventaris dengan kondisi masing-masing barang pada hari pertama bukan formalitas. Tulis merek, kondisi, dan cacat yang sudah ada, foto satu per satu, dan minta pemilik menandatanganinya. Pastikan juga kontrak menyebut siapa yang memperbaiki perabot yang rusak karena usia.

Rumah kosong memberi kebebasan dan tanggung jawab penuh. Perabot bisa dipilih sesuai selera dan anggaran, dibeli bertahap, atau dicari dari barang bekas yang layak. Namun, hitung pengeluaran awalnya secara jujur, termasuk pengangkutan dan pemasangan, dan hitung juga biaya pindahan di akhir masa sewa. Perabot besar yang tidak muat di rumah berikutnya sering berakhir dijual murah atau diberikan begitu saja.

Pertanyaan yang paling membantu adalah: berapa lama saya akan di sini, dan seberapa pasti itu. Kalau jawabannya kurang dari dua tahun atau tidak pasti, berperabot cenderung lebih masuk akal. Kalau lebih lama dan rencananya jelas, rumah kosong biasanya lebih ringan dalam jangka panjang. Dan apa pun pilihannya, jangan pernah menilai dari foto iklan saja; datang, buka lemari, nyalakan kulkas, dan duduk di sofanya.

SW
Sari WijayantiSari Wijayanti menulis di Rumah & Kota sejak 2024 dan menjadi penulis utama untuk topik KPR. Ia menyimpan salinan akad kredit lama milik keluarganya sebagai bahan untuk menjelaskan pasal demi pasal yang jarang dibaca orang.