Edisi 13 Oktober 2026Tempat tinggal, tempat tumbuh.
← Rumah & KotaTata Kota

Lampu jalan, warung, dan mata di jalanan: rasa aman sebuah kawasan setelah matahari terbenam

Kawasan yang hidup di malam hari menjaga dirinya sendiri.

Lampu jalan, warung, dan mata di jalanan: rasa aman sebuah kawasan setelah matahari terbenam
Foto: V / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Kebanyakan orang menilai calon lingkungan rumah pada siang hari, saat jalanan terang dan tetangga sedang bekerja. Padahal sebagian besar kekhawatiran tentang keamanan justru terjadi setelah magrib: pulang kerja larut, anak les sampai malam, atau sekadar berjalan ke warung membeli sesuatu yang lupa dibeli.

Rasa aman di malam hari jarang datang dari pagar tinggi atau pos satpam. Ia datang dari sesuatu yang lebih sederhana: jalanan yang terang, dan orang-orang yang punya alasan untuk berada di sana.

Baca juga: Selokan di depan rumah adalah urusan satu RT: drainase lingkungan dan banjir kecil yang berulang

Mata di jalanan

Perencana kota sudah lama mengenal gagasan bahwa kawasan paling aman adalah kawasan yang selalu ada yang memperhatikan. Warung yang buka sampai malam, tukang nasi goreng di tikungan, penjaga parkir masjid, ibu-ibu yang duduk di teras: semuanya adalah mata yang tidak dibayar siapa pun. Pelaku kejahatan kecil menghindari tempat yang ramai pandangan, bukan tempat yang ramai pagar.

Sebaliknya, kawasan yang terdiri dari deretan pagar tinggi dan garasi tertutup bisa terasa sunyi justru karena terlalu aman secara fisik. Tidak ada yang melihat ke jalan, karena tidak ada alasan untuk melihat ke jalan.

Saat meninjau calon lingkungan, datanglah sekitar pukul delapan atau sembilan malam. Hitung berapa warung yang masih buka. Perhatikan apakah ada orang berjalan kaki, bukan hanya kendaraan lewat. Lihat apakah pintu-pintu rumah terbuka atau semua sudah terkunci rapat sejak sore.

Lampu yang menyala dan lampu yang hanya terpasang

Lampu jalan adalah urusan bersama yang sering terabaikan. Banyak gang memiliki tiang lampu, tetapi bohlamnya sudah lama padam dan tidak ada yang merasa bertanggung jawab menggantinya. Lingkungan yang baik biasanya punya kesepakatan sederhana: iuran kecil untuk listrik dan bohlam, dan satu orang yang ditunjuk untuk memeriksanya.

Perhatikan juga lampu teras. Di kawasan yang warganya saling percaya, lampu teras dibiarkan menyala sampai pagi, dan secara tidak langsung menerangi jalan untuk semua orang. Deretan teras yang gelap adalah tanda bahwa setiap rumah hanya memikirkan dirinya sendiri.

Tidak ada kawasan yang sempurna, dan rasa aman selalu sebagian berasal dari kebiasaan kita sendiri. Namun ketika memilih tempat tinggal, lebih baik memilih gang yang terang dan ramai daripada kompleks yang sunyi dan dijaga ketat. Yang pertama menjaga Anda setiap malam; yang kedua hanya menjaga pintu gerbangnya.

MK
Mira KusumoMira Kusumo bergabung pada 2024 dan sejak itu banyak menulis tentang sewa dan tata kota. Pengalamannya berpindah kontrakan delapan kali di satu kota yang sama menjadi dasar sebagian besar tulisannya tentang hak penyewa.